Ke Mana Perginya Angka Itu? Ini Alasan Gadget & Software Sering Lompat Versi - Image

Ke Mana Perginya Angka Itu? Ini Alasan Gadget & Software Sering Lompat Versi

04 Januari 2026


Pernah nggak sih kamu ngerasa aneh pas lihat nama gadget atau software? Harusnya lanjut ke angka berikutnya, eh malah lompat jauh. Bukan typo, bukan juga salah cetak. Fenomena “angka yang hilang” ini ternyata sering banget terjadi di dunia teknologi.

Di industri gadget dan software, angka bukan cuma urutan. Kadang angka dipakai buat strategi marketing, simbol perubahan besar, sampai urusan budaya dan persepsi konsumen. Jadi jangan heran kalau produsen sengaja “menghilangkan” satu versi demi tujuan tertentu.

Biar nggak makin penasaran, yuk kita bongkar alasan kenapa penomoran gadget dan software sering nggak urut, lengkap dengan contoh nyatanya.

1. Windows 9 yang Nggak Pernah Ada

Kalau kamu pengguna Windows, pasti sadar satu hal: setelah Windows 8.1, Microsoft langsung lompat ke Windows 10. Terus Windows 9 ke mana?

Ternyata, ini bukan keputusan asal-asalan. Salah satu alasan terkuat adalah masalah kompatibilitas software lama. Banyak aplikasi lawas membaca “Windows 9*” sebagai Windows 95 atau 98. Kalau Microsoft tetap pakai nama Windows 9, bisa muncul error besar-besaran.

Di sisi lain, Windows 8 juga dianggap gagal di pasar. Maka Windows 10 dipakai sebagai simbol “awal baru”, perubahan besar, dan arah baru Microsoft. Angka 10 terdengar lebih kuat, lebih modern, dan lebih meyakinkan dibanding 9.

Bonusnya, di beberapa budaya, angka 9 juga dianggap kurang membawa keberuntungan. Jadi ya, makin mantap buat dilewati.

2. iPhone 9 yang Langsung Disalip iPhone X

Apple juga pernah bikin publik garuk-garuk kepala. Setelah iPhone 8, mereka langsung merilis iPhone X, bukan iPhone 9. Kenapa? Karena iPhone X dirilis untuk merayakan 10 tahun iPhone. Huruf “X” (dibaca ten) dipilih biar terasa spesial, ikonik, dan beda dari generasi sebelumnya.

Dan memang terasa beda. Desain baru tanpa tombol home, Face ID, layar OLED, semuanya terasa seperti lompatan besar. Lewat iPhone X, Apple ingin bilang: “Ini bukan sekadar upgrade, ini era baru.”

Efeknya? Berhasil besar. iPhone X langsung dikenang sebagai salah satu iPhone paling bersejarah.

3. Samsung Note 6 yang Dilewati Demi Gengsi

Samsung juga pernah lompat angka saat melewatkan Galaxy Note 6 dan langsung merilis Galaxy Note 7. Alasannya cukup logis. Samsung ingin menyamakan generasi Note dengan Galaxy S. Saat itu, Galaxy S sudah berada di seri S7. Kalau Note tetap dinamai Note 6, kesannya jadi satu tingkat di bawah, padahal sama-sama flagship.

Selain itu, angka 7 punya kesan lebih “wah” dan sering dianggap membawa makna positif di banyak budaya. Jadi secara branding, Note 7 terasa lebih kuat. Meski kita tahu akhirnya Note 7 punya cerita pahit, tapi dari sisi penamaan, strateginya cukup masuk akal.

4. iOS 26 yang Lompat Jauh dari iOS 18

Ini salah satu yang paling bikin kaget. Apple resmi meluncurkan iOS 26, padahal sebelumnya masih iOS 18. Kenapa lompat sejauh itu? Jawabannya: penyelarasan dengan tahun pemakaian. Meski dirilis 2025, iOS 26 dipakai hampir sepanjang tahun 2026. Jadi Apple memilih angka 26 agar relevan dengan masa pakainya. Sekalian, semua sistem operasi Apple diseragamkan.

Hasilnya? Lebih rapi, lebih gampang diingat, dan minim kebingungan antar platform. Kenapa iPhone nggak ikut jadi iPhone 26? Karena hardware beda cerita. iPhone dijual lintas tahun, sementara software gratis dan update tiap tahun. Jadi strategi penomorannya dipisah.

5. Xiaomi 17, Langsung Tantang iPhone 17

Yang paling fresh, Xiaomi juga ikut lompat angka. Setelah Xiaomi 15, mereka langsung merilis Xiaomi 17 Series, tanpa Xiaomi 16. Menariknya, ini bukan soal angka sial atau budaya. Xiaomi terang-terangan mengakui bahwa angka 17 dipilih untuk menyamakan ritme dengan Apple, khususnya iPhone 17 Series.

Pesannya jelas: Xiaomi ingin berdiri sejajar dan menantang Apple di kelas flagship. Bukan sekadar ikut-ikutan, tapi strategi positioning yang agresif.

Jadi, Angka Itu Penting atau Nggak? Jawabannya: penting, tapi bukan soal urutan. Di balik angka yang lompat, selalu ada alasan: strategi marketing, penyelarasan produk, citra brand, budaya, sampai pesan simbolis.

Hal sepele seperti angka ternyata bisa menyimpan cerita besar di balik layar. Sekarang pertanyaannya, kamu baru sadar fenomena ini sekarang atau dari dulu sudah ngeh?

Kalau kamu lagi cari smartphone terbaru, flagship kekinian, atau sekadar mau upgrade gadget tanpa ribet, langsung aja cek dan belanja di Good Ponsel. Banyak pilihan, dijamin ori, dan pastinya update dengan tren teknologi terbaru.


Good News Terkait

HP Flagship 2026 Naik Kelas! Ini 5 Standar Baru yang Wajib Kamu Tahu - image
HP Flagship 2026 Naik Kelas! Ini 5 Standar Baru yang Wajib Kamu Tahu

02 Januari 2026

Kalau dulu baterai 5.000 mAh atau layar 120Hz udah dianggap mewah, di 2026 itu bisa jadi “standar ... selengkapnya

Nggak Ribet! 5 Kebiasaan Simpel Biar Gadget Kamu Awet Bertahun-tahun - image
Nggak Ribet! 5 Kebiasaan Simpel Biar Gadget Kamu Awet Bertahun-tahun

01 Januari 2026

Di zaman sekarang, gadget itu udah kayak “partner hidup”. Bangun tidur pegang HP, kerja pakai la ... selengkapnya

Jangan Panik! Ini Cara Mudah Kembalikan Foto yang Terhapus di iPhone! - image
Jangan Panik! Ini Cara Mudah Kembalikan Foto yang Terhapus di iPhone!

27 Maret 2025

Pernah nggak sengaja hapus foto penting di iPhone? Tenang, ada cara mudah buat balikin lagi lho! iPh ... selengkapnya